Posted by: Grace Paramita | December 8, 2011

pembelaan itu

pembelaan itu bertubi tubi terhadapnya
pertanyaan yang ada di hati berkata, siapa yang sebenarnya harus kau bela ? dia atau aku ?

pembelaan itu bertubi tubi untuknya
dan aku bertanya, begitu berharganyakah dia dihadapanmu

pembelaan nya membabi buta menghancurkan semua sendi sendi kehidupan dua makhluk kecil berpipi tembam, dan pertanyaanku adalah mata berbinar, pipi tembam dan pelukan kecil itu tidak menggoyahkan hatinya.

pembelaan yang berakhir dengan hilangnya 3 manusia dalam kehidupannya telah membuat dia merasa menang dan merdeka

dan pembelaan itu berakhir sendu karena sang pembela ternyata bukanlah pahlawan bagi yang dibela….dan semua pembelaan itu akhirnya sia sia…

berjalan sendiri menempuh suatu jalan meninggalkan matahari dan menyongsogn matahari yang berbeda yg akhirnya membakar dirinya

ia berjalan sendirian dan tak tahu harus kemana

telapak telapak sang pembela itu masih terlukis disana tetapi raganya sudah tidak ada lagi………….

pembelaan yang sia sia…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: