Posted by: Grace Paramita | September 26, 2011

Pengadilan Cinta

Kemarin gue ke di gereja degnerign homily nya si romo, jadi intinya adalah pengadilan cinta yagn bikin gue akhirya sibuk menyimak…apa sih maksudnya si Romo ini……sebagai seoragn romo manalah dia ngerti cinta lha wong dia ngga kawin kok, cinta yang dia kenal adalah hanya cinta satu arah yaitu cinta orang tua dan itu posisi si romo kan menerima bukan memberi, jadi kalo romo ngomongin soal pengadilan cinta maka hm,mmmmm gue meragukan keakuratannya…..

Jadi apa sih pengadilan cinta itu ? pengadilan cinta adalah pengadilan diatas sana….pengadilan di akhir hidup kita dan juga pengadilan diakhirat dimana hakim dan jaksanya adalah sang pemilik Kehidupan. Di akhir hidup kita pada saat kita sudah waktunya menghadap kepada Sang Kuasa maka disitulah kita akan menghadapi pengadilan cinta, dan menurut Romo ini pertanyaan yagn akan ditanyakan ngga banyak, hanya 2 saja , yaitu
: 1. Berapa banyak oragn yagn kita cintai
2. Berapa banyak orang yang mencintai kita

Pertanyaan yang mudah tetapi menjawab seluruh perilaku kita didunia ini, karena pertanyaan pertama akan menjawab bagaimana kita membahagiakan orang, bagaimana kita menyayangi orang, bagaimana kita berbagi terhadap orang lain, sedangkan pertanyaan kedua akan terjawab apa yang sudah ktia lakukan terhadap orang lain yang membuat orang itu mencintai kita , dan pertanyaan kedua akan merefleksikan hasil dari perbuatan perbuatan baik kita yang membuat akhirnya orang mencintai kita.
Kembali kepada harkat manusia bahwa semua hal fisik yang kita dapatkan didunia ini tidak bisa menghantar kita kepada kehidupan yang kekal kalau kita tidak bisa menggunakannya dnegan baik yang bisa menhasilkan kebahagiaan dan kebaikan kepada orang lain.

Tetapi tidak berarti orang yang memiliki banyak uang dan berbuat kebaikan dengan uang itu memiliki jalan lebih mulus ke surga , karena pada dasarnya kebaikan kita tidak selalu mendasar kepada uang, bisa jadi kasih sayang dan juga perhatian yang kita berikan kepada orang membuat orang itu mencintai kita.
Kembali kepada masalah pengadilan cinta, di akhir hidup kita, disaat kita sudah tidak berdaya, maka yang bertahan disamping kita adalah orang orang yang mencintai kita, bukan orang yang kita cintai…….jadi harus diingat bahwa orang yang mencintai kita itu akan bertahan disamping kita sampai titik akhir hidup kita, dan alangkah senangnya apabila orang yang mencintai kita itu adalah juga orang yang kita cintai, bukankah semua menjadi sempurna ?

Cinta itu harus berdua maka ada kalimat mengatakan “it takes two to tango”…..dan apabila kita bisa mencintai orang lain dan ia juga mencintai kita , hidup ini akan menjadi sempurna karena kjita tidak perlu menyanyikan lagu dari once yang dalam syairnya berkata “ cintaku bertepuk sebelah tangan…”

Maka kesimpulan dari tulisan saya adalah, cintailah orang yang mencintai kamu, karena pada akhir dari perjalanan hidup kita, hanya merekalah yang akan ada disamping kita, kalau seandainya anda tidak punya hati untuk mencintainya maka lepaskanlah orang itu agar dia bisa mencintai orang lain yang mungkin juga akan mencintainya kembali ….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: