Posted by: Grace Paramita | March 18, 2011

aku bayang bayang

aku memintal asa dan harapan disaksikan bulan dan bintang
akan kupintal juga pelangi dan bintang dan kutitipkan kepada dewa angin
aku merindukan semuanya bagaikan aku merindukan bulan yang tak bisa kusentuh
tetapi lambaian tangannya membuat aku berdarah dan lungkrah

andaikan saja semua rasa masih ada
seperti saat pertama aku melihatmu
maka dunia ini tidak akan perlu berhenti berputar,
andaikan saja senyum itu masih ada disitu
maka aku tak perlu memintal benang rindu
dan kukirmkan kepadamu
karena senyum mu sudah menghapusnya

dia tak nyata, dia hanya bayang bayang
aku nyata
dan kamu nyata
kita abadi seperti kata pujangga

tapi apakah aku terlihat seperti bayang bayang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: