Posted by: Grace Paramita | March 6, 2011

dunia bertopeng

Aku mencoba mengerti apa yang ada didepanku semuanya hanya ada warna merah membara

Aku mencoba mengerti ceracau orang didepanku semuanya hanya ceracau yang menyakitkan jiwa

Aku mencoba mengerti bahasa isyarat yang diberikan orang kepadaku, tetapi ternyata aku terlalu bodoh untuk bisa mengerti…

Aku mencoba memberikan kedamaian dalam setiap langkah tetapi orang melihatnya aku yang bersalah…

Semua tidak berarti, semua salah, aku menutup setiap celah dari kebocoran tetapi selalu ada celah yang lain

Aku berlari kesana kesini mulai dari langkah tegap dan sigap sampai langkah gontai , tetap masih kurang saja….

Manis walau tak manis, senyum walau tak senyum, meraba walau tak meraba…..

Salah walau tak bersalah, nista walau dinistakan, pembohong walau dibohongi, pengkhianat walau dikhianati

Jalan tak berujung, impian tak bertepi, cita cita tak terbatas, dunia tanpa pinggiran….

Semua hilang tak bersisa, semua pergi tak menengok
Semua menghujat tak berhenti

Penghakiman tak berbatas…..

Atas nama wajah bertopeng senyum ia melakukannya……

Dunia bertopeng dua….ahhhhhh…….tak pernah berakhir…..

Posted by GPW with WordPress for BlackBerry.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: