Posted by: Grace Paramita | February 25, 2011

sampai ia mengucap maaf

duduk terpengkur di suatu sudut ruangan, melihat sebuah pemandangan yang sangat tidak menyenangkan, dan membuatku terluka, tapi tak berdaya.

leher panjang, pandangan tak pernah menganggap orang memiliki harga diri

teguran akan sebuah kesombongan, dimana apabila Tuhan mengambil semua maka rencana kita tidak akan ada artinya.

Ia selalu berkata kepada semua umatNYA, bersihkan dirimu dan merendahlah maka surga yang akan mengangkat derajatmu.

tapi sebagian manusia masih terlalu sombong untuk bisa mengucap maaf…

ada apa diantara kalian ? ada apa diantara manusia ini yang tak kuketahui ?

aku terpaku melihat runtuhnya sebuah kesombongan jiwa dengan cara alam yang sangat halus tetapi mematikan

kita berencana Tuhan menentukan, begitu sombong manusia mengucap syukur ataupun maaf dan mengatakan bahwa kita mencintai Tuhan melebihi apapun.

IA menanti ucapan itu dari mulutnya, sampai ia berkata maka akan hilanglah beban yang ada dipundaknya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: