Posted by: Grace Paramita | January 20, 2011

Grace Paramita – by REFORMATA

Profil

26 APRIL 2010
Imelda Grace , Integritas Pilar Utama Sukses

Reformata.com – INTEGRITAS memang menjadi pilar utama kesuksesan banyak orang. Demikian juga bagi Imelda Grace Paramita Wiroreno. Dari sisi pencapaian pendidikan, Head of Corporate Relation & Communication Medco Power Indonesia, ini memang tidak setinggi rekan-rakannya. “Dulu S1 saja saya tidak sampai selesai. Di antara orang-orang ini, yang paling rendah gue. Tapi saya buktikan ke Bos bahwa saya punya integritas,” kata istri Didi Wiroreno ini.
Integritas dalam bekerja itu ditunjukkan ibu dari Dandy Syailendra Wiroreno (9) dan Anggita Ayodya Wiroreno (6) ini dalam mengarahkan seluruh upaya dan kreativi-tasnya demi ke-untungan pe-rusahaan dan tidak berdasar pada kepentingan pribadi. “Kita harus punya hati di sana. Perusahaan tempat kita bekerja itu adalah milik kita. Sekecil apa pun performansi kita, itu sangat menentukan bagi perusahaan. Kalau kita tidak perform, bisnis tidak jalan,” katanya.
Seluruh personal – dari yang terendah hingga yang tertinggi – dihayati putri Kolonel (Purn) TNI AL M A Sediono dan ibu M. Cecilia Vijajanti ini sebagai sebuah keluarga. Semuanya harus saling menopang. “Saya selalu berusaha memberikan penghargaan yang tulus atas pencapaian masing-masing personal di perusahaan,” kata wanita enerjik yang di tahun 2008 hingga 2009 dipercaya sebagai General Manager PT Medco Gajendra Power Services, anak perusahaan MedcoEnergi Power ini.

Dinamis dan bervariasi
Sebelum menjadi GM di PT. Medco Gajendra Power Services, wanita kelahiran Surabaya, 6 Maret 1974 ini telah menapaki jejang karier yang sangat dinamis dan bervariasi. Ia memulai kariernya sebagai Government Relations Officer PT Imeco Inter Sarana pada tahun 1993-1994. Tahun 1994-1995 ia dibajak dan bekerja sebagai Sales Engineer PT Kwartadaya Dirganusa. Tahun 1998 ia menjadi Konsultan Pengembangan Bisnis di perusahaan yang sama.
Tahun yang sama, ia menjadi Corporate Communications PT Energyworks. Dalam kurun 2003-2004, ia dipercaya sebagai Direktur Pengembangan Bisnis PT Dinamika Daya Persada. Setelah belajar memasuki pendidikan nonformal di San Diego State University dalam bidang Business English dan Marketing Research serta Finance for Non Finance, ia kembali ke Indonesia dan pada tahun 2007 dipercaya sebagai Konsultan Pengembangan Bisnis PT Indomedco Power.
Masih dalam tahun yang sama, dia dipercaya sebagai Project Commercial Specialist PT Medco Power Indonesia. Di tahun 2007 hingga 2008, lulusan Business Administration dari IBMEC Singapore (1999) ini dipercaya sebagai Business Development Leader PT Medco Gajendra Power Services.
Melihat kembali jejak langkah kariernya, Grace melihat bahwa hampir semuanya terkonsentrasi pada urusan proyek dan penjualan atau pengembangan bisnis. Ada tiga komponen utama yang menunjang sukses dalam kariernya itu yaitu feeling bisnis yang kuat, integritas dan kemampuan melobi yang kuat. “Feeling bisnis itu saya yakin merupakan berkat yang Tuhan kasih sama saya. Tidak semua orang punya itu. Kalau integritas, itu bergantung pada pendidikan nilai yang membuat kita sanggup membedakan secara hitam-putih antara benar dan salah, baik dan benar. Kalau kemampuan lobi itu merupakan sifat atau karakter. Tidak ada orang introvert yang menjadi sales. Kebetulan saya ini memang ekstrovert jadi cocoklah dengan bidang ini,” wanita yang biasa bergereja di Gereja Katolik Santo Stefanus Cilandak, Jakarta ini.

Lebih “dalam”
Selain sukses dalam karier, pengagum Dalai Lama, Paus Yohanes Paulus II dan Mother Teresa dari Calkuta ini ternyata memiliki sejumlah kegemaran dan bakat yang ditekuninya dengan intens. Selain memotret, diving, golf, membaca dan menulis, Grace juga tenggelam dalam kegemaran suaminya di lintas balap. Kegemaran suaminya mengendarai motor sport dan juga melintasi track balap di Sentul, disambutnya. Ia selalu ikut touring, city ride dan segala kegiatan Ducati. Kebetulan sang suami menjadi presiden Ducati Owner Club Indonesia (DOCI). Ia mengaku mengalami kedamaian saat berada dalam laut. “Aku mendapatkan kedamaian dalam laut,” katanya tentang kegemarannya melakukan diving. Berbeda dengan penyelam lainnya yang menyelam untuk melihat keindahan bawah laut – entah tamannya atau penghuni laut -, Grace lebih tertarik pada pemandangan biru tak berujung dalam kedalaman laut. “Selain melawan ketakutan, di situ ada kepasrahan. Di dalam air itu begitu sepi, kita hanya mendengar tarikan napas kita serta gelembung udara. Kehidupan kita bergantung pada alat bantu pernapasan itu. Kita dilatih untuk pasrah,” katanya.
Ia suka membaca buku-buku filsafat dan buku-buku lain yang membuatnya merasa lebih “dingin”, tenang dan menyelami hakekat kehidupan. “Saya lebih suka buku-buku yang berisi wisdom,” kata wanita yang sejak SD sudah gemar membaca cerita-cerita tentang kerajaan Jawa itu. Tahun 2009 silam, ia telah meluncurkan buku pertamanya bergenre novel berjudul “Sebuah Cerita Cinta”. Dan kini ia sedang menggarap buku petunjuk tentang diving. Melalui buku itu, dia ingin mengajak semakin banyak orang untuk menghargai kekayaan alam Indonesia, terutama kekayaan di bawah laut.
Melihat kembali seluruh perjalanan hidupnya, wanita yang sejak beberapa tahun terakhir ini sudah merintis usahanya sendiri ini, merasa semuanya sudah diatur oleh Tuhan. “Dia mengatur seluruh langkah kita,” kata wanita yang masih merekam kuat kenangan menyambut kedatangan Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia ini.
Paul Makugoru

Indeks


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: