Posted by: Grace Paramita | January 8, 2011

Belaian jiwa Kahlil Gibran

Aku akan mengawalmu dari pencela pencelamu

Bunga boleh layu tapi ku kan menjaga agar cahaya bunga itu selalu merekah ditaman hati lalu menjelma menjadi cahaya bintang yg mengisi kesunyian malam

Duhai cintaku, berjanjilah dihadapan langit dan bintang sekalipun kita tidak bisa bersatu namun jiwa kita kekal dalam keabadian cinta.

————————

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata yang tak sempat diucapkan kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana seperti isyarat yg tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

————————

Nilai seseorang ditentukan oleh caranya memikul tanggung jawab, mencintai hidup dan pekerjaannya.

————————-

mencintai….
Mencintai bukanlah bagaimana kamu melupakan, tetapi bagaimana kamu memaafkan

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, tetapi bagaimana kamu mengerti

Bukanlah apa yang kamu lihat tetapi apa yang kamu rasakan

Bukanlah bagaimana kamu melepaskan tetapi bagaimana kamu bertahan

Lebih berbahaya menangis didalam hati daripada menangis tersedu sedu

Airmata yang keluar bisa dihapus, sementara airmata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.

Akan tiba saatnya dimana kamu berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita.

Posted by GPW with WordPress for BlackBerry.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: