Posted by: Grace Paramita | November 9, 2010

sasaran tembak

Laki laki itu berdiri disana dan menjadi sasaran tembak dari segala arah, dia bertahan dan bertahan, pilihannya adalah pergi dari situ atau tetap bertahan . Semua senjata mengarah kepadanya semua peluru ditembakan kepadanya dan semua musuh menantinya untuk bersujud dan rebah rata dengan tanah, nafasnya tersenggal, tenaganya sudah hampir habis, suaranya lirih hanya berkata , berikan saya kekuatan Tuhan…keinginannya untuk menyudahi peran itu sudah diujung nyawanya, tetapi dia memilih bertahan , mempertahankan kepercayaannya, mempertahankan pilihannya, dia tak mau membiarkan musuhnya keluar dari arena dengan kemenangan, walaupun itu semua harus dibayar dengan darah dari gigitan bibirnya yang sudah ingin berhenti bertahan.

Peluru itu bisa habis, tetapi tidak keyakinan lelaki itu.

Apa yang kau cari musuh musuhku ?, jasad kaku berlumur darah ? Atau boneka dengan bendera putih ?

Kalau kau ingin manusia dengan kepala dan jiwa, kau akan mendapatkan aku, tetapi kalau kau hanya ingin boneka yang bisa kalian mainkan, maka kalian tidak akan mendapatkan aku. Kalau kalian ingin menjadikanku boneka, kalian akan mendapatkan jasadku.

Apa yang kau cari musuh musuhku ?

Lelaki itu keluar arena pertempuran dengan dagu terangkat, karena ia percaya apa yang dilakukannya adalah BAIK ADANYA….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: