Posted by: Grace Paramita | October 22, 2010

hilang

Duduk berhadapan dan berselam mata…Dia berubah..

Kami biasa duduk berhadapan dan saling bercerita tentang diri sendiri…kini tiada lagi

Kami sudah berpandangan mata dan mulut siap bercerita, tetapi hanya caci maki yang keluar…

Aku sudah berubah katanya…aku tak lagi membumi katanya…aku manusia ambisius katanya….

Kamu tak lagi mau denganku kataku….kamu tak lagi menghormatiku kataku…kamu tak lagi mencintaiku kataku…

Tak ada lagi sisa senyum indah dan pandangan mata baikmu..

Semua sudah hilang bak disapu tsunami maha dahsyat yang tak hanya membumi hanguskan sesuatu yang kasat mata, tetapi juga yang ada didalam jiwa.

Aku tertegun…..

Dan aku kini tersadar….

Walaupun kami masih berpegang tangan tetapi waktu yang telah mengikis pijar pijar dimata itu…dan aku tidak menyadarinya….

Kukejar sudah terlambat…

Bayanganmu pergi jauh bak angin yang mengarah seiring tiupan angin…melambai padaku dan berkata dengan lirih…

Waktumu sudah habis….itu katanya….

Tangis tar beguna, jeritan tak bisa membuatnya berbalik…waktu tak berpihak kepadaku….

Aku hanya bs melihat bayangan itu menghilang seiring angin dan aku hanya bs berharap bisa bertemu lagi…someday….

Posted by GPW with WordPress for BlackBerry.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: