Posted by: Grace Paramita | August 29, 2010

musibah? apaan tuh ?

again inspired by samuel mulia yang membahas soal kawannya yang sakit tetapi tidak pernah merasa bahwa itu adalah musibah, ia tetap kuat tegar dan super sibuk nolongin orang lain, mungkin itu pelarian dirinya tetapi ia memabawa angin positive terhadap orang lain.

seorang kawan pernah menikah dengan widow dengan anak satu , dan setiap kali ditanya kok anaknya sudah besar maka kawanku selalu menjawab : wah yang satu itu gue ga ikut buatnya..hahahhaa edan kan……kita semua bilang nih orang gila njawabnya seenak jidatnya aja…

seorang kawan habis operasi pengangkatan payudara dan pada saat kutengok di rumahnya, dia sibuk bilang “neekkkkk gue punya di rekonstruksi jadi 36 hahahaha….kapan lageeeee”…….mungkin dia menutupi kesedihannya bahwa perangkat lunaknya itu berganti dengan silikon, tetapi kita semua tertawa melihatnya …….dan rasanya tak perlu lagi mengusap airmatanya……

seorang kawan mengalami pengangkatan organ wanita didalam tubuhnya dan kami semua mengkhawatirkannya setengah mati tetapi dia menjawab ” yeeaahh free S*x…”………kalo orang normal kan ngelus dada tuh tetapi tidak bagi kawanku, apakah dia menangis dan menangis di belakagn kami aku ngga tahu, aku hanya mengagumi ketegarannya…..

seorang kawan ditinggal suaminya setelah 15 tahun menikah, dan suaminya menikah lagi dengan anak yang separuh umunya si laki laki…dan tiap kali bertemu orang kawanku menjawab : ooo iya kemarin gue kalah pas pemilu istri…..hahahha………atau dia jawab kemarin dia dituker tambah ama yang lebih muda”……dia menjawab dengan enteng dan ringan dan tanpa beban…yagn mungkin bagi orang lain adalah kiamat.

kita mampu merubah paradigma musibah ……….kita mampu bangkit kembali , mungkin kalau waktu masih muda bangkitnya cepat sekali tetapi setelah tua agak lambat tetapi kita pasti bisa bangkit lagi, kalau kubilang bahwa ” time will heal”…itu adalah kalimat paling basi yang pernah kusebutkan tetapi itu adalah kenyataan.

jadi kalo kita dikasihain orang , jangan mau…dan bilang “musibah ? apaan tuh ?”


Responses

  1. bagaimana cara membesarkan hati kita?bila musibah itu lebih berat dari hanya sekedar pengagkatan payu dara,teman mbak itu?mohon petunjuk..mbak makasih..

  2. Kembali ke falsafah…jalanin sama..iujung sama pasti ada pelangi….entah kapan kita melihat pelangi itu biarlah semua menjadi bonus.

    Yang harus kita pegang adalah kita menjadi mannusia yang baru setelah kita mengalami musibah dan pasti semua baik adanya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: