Posted by: Grace Paramita | April 5, 2010

kepak sayap patah

ketika cinta tak lagi cukup, sayap itu mengepak pergi
ketika cinta itu tak lagi berbalas, sayap itu patah dan layu
ketika cinta itu tak lagi bersinar, sayap itu tak mau mengepak lagi
ketika sayap patah itu dirawat dengan cinta, ia bisa mengepak dan bisa terbang tinggi sekali meraih cakrawala….melanglang di atas awan

ketika cinta itu tak berucap, mawar itu layu bak tak tersiram
ketika cinta itu tak terpelihara mawar itu mati kering
ketika mawar itu disiram oleh pemilik barunya, ia berbunga indaahh sekali


Responses

  1. aku yang setua ini bisa menikmati betapa indahnya syair-syair cinta. Tuhan menciptakan manusia dengan cinta. Sepatutnyalah kita bersyukur.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: