Posted by: Grace Paramita | February 4, 2010

berpisah ? jalan terakhir ?

Che, you are my best friend….temen yang ngga pernah menuntut apapun dari gue, kawan dikala gue susah, gue ngga pernah berbagi pada saat gue happy, tapi loe selalu terima gue dengan tangan terbuka dan keceriaan, kalimat itu mengawali pembicaraan 2 sahabat yang sudah saling kenal 25 tahun lalu dan menjadi sahabat hati…..

Aku mengenalnya dari kami berdua bukanlah siapa siapa, kabur kemana mana, badung banget lah….tapi somehow we are very close juga dengan keluarga masing masing.

Ia membuka pembicaraan dengan kalimat ini : che, gue kena lagi!!!!

Apanya ?

Gue naksir orang lagi, kayak dulu dan gue ngga bisa tahan, I love him che…I do….

Ubi yang lagi gue makan tadi langsung rasanya seret bukan kepalang, macet di iskandarsyah langsung jadi kayak neraka, apa yang terjadi dengan temen gue ini ?, dan gue harus gimana ?

Siapa dia ?

My ex che,…pacaran ama gue 7 taun, pisah karena gue yang masih muda ….

Jadi gimana ?

Mengalirlah cerita dari nya, selama 2 jam dan ini adalah ceritanya,

Apakah sebuah keluarga utuh itu menjamin kebahagiaan ? Ngga juga….sebuah keluarga utuh akan bahagia bila seluruh member menjalankan fungsi dirinya dengan baik tanpa meminta pamrih, karena melakukannya dengan ikhlas.

Disaat anak anak sudah akan pergi meninggalkan mereka , apakah mereka masih bisa hidup bersama ? Tanpa memiliki hobby yang sama, dengan kejenuhan perkawinan yang berumur 20 tahun ?….bisa bertahan ?

Disaat semua menjadi gunung berapi yang siap meledak, maka kata terakhir adalah CERAI…dan apabila itu menjadi justifikasi akan sbuah kebahagiaan maka semua layak dilakukan, karena baginya enough is enough dan merubah karakter orang sama dengan bermimpi memindahkan gunung,

Apakah perceraian adalah kata terakhir ? Tidak bisakah kenangan indah diawal hidup bersama menjadi penghalang perceraian ? Tidak bisakah memanggil seluruh kenangan dan moment indah untuk menjadi perekat ? Kata kawanku enough is enough, kalau kataku luka adalah luka tidak ada kata khilaf, karena semua manusia dewasa melakukan perbuatannya dengan sadar dan tau akan resikonya.

Kawanku, I’m behind you …supporting what ever your decision will be….calm down, let you soul find your peace, and let’s talk about it after that….


Responses

  1. keren..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: