Posted by: Grace Paramita | July 5, 2009

Grace Paramita Wiroreno – kompas july 5th 2009

SPIRITUALITAS
Dari Dalai Lama sampai Puasa Senin-Kamis

Minggu, 5 Juli 2009 | 03:12 WIB

Grace Paramita Wiroreno (35) dibesarkan dari keluarga Katolik yang taat. Sejak kecil ia aktif di gereja dan pernah menjadi misdinar atau anak altar.

Bahkan, saat Paus Yohanes Paulus II berkunjung ke Indonesia tahun 1989, Grace terpilih mewakili Kwartir Nasional Gerakan Pramuka untuk bertatap muka langsung dengan Paus. Sampai sekarang, Grace tidak pernah absen beribadah ke gereja. ”Kalau hari Minggu tidak ke gereja, terasa ada yang aneh,” tutur putri pasangan MA Sediono dan M Cecilia Vijajanti ini.

Akan tetapi, tidak berarti Grace kemudian menjadi fanatik dan menutup diri dari ajaran spiritual agama lain. Ibu dari Dandy Syailendra Wiroreno (9) dan Anggita Ayodya Wiroreno (6) ini mengaku sebagai penggemar berat buku-buku tentang ajaran Buddha. ”Buku-buku karya Dalai Lama aku punya semua,” tutur Grace.

Ia terinspirasi ajaran-ajaran Buddha setelah membaca tuntas buku Buddha A Novel karangan Deepak Chopra, yang mengisahkan perjalanan hidup Pangeran Sidharta hingga menjadi Buddha. ”Buddha selalu mengajarkan kelembutan, kebaikan, dan kedamaian. Setiap membaca buku tentang Buddha, rasanya langsung adem,” ungkapnya.

Selain itu, akhir-akhir ini Grace juga rutin menjalankan ritual puasa Senin-Kamis. Hampir sama dengan awal pengalamannya menulis, kebiasaan berpuasa ini diawali dari pembicaraan tak disengaja dengan seseorang. ”Dia menasihati saya, kalau ingin hidupnya lancar, karier lancar, keluarga lancar, dianjurkan puasa Senin-Kamis rutin,” katanya.

Grace mengaku pada awalnya sempat ragu-ragu untuk memulai puasa karena, sebagai umat Katolik, ia belum pernah sekali pun merasakan berpuasa. Pengalaman terdekatnya dengan puasa adalah ketika menemani suaminya makan sahur atau berbuka puasa saat bulan Ramadhan.

”Tetapi, setelah diniati dan kujalani sendiri, ternyata aku kuat puasa dan masih terus kulakukan sampai sekarang,” ujar penggemar musik-musik new age-nya Yanni dan Kitaro ini. (DHF)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: