Posted by: Grace Paramita | July 5, 2009

Grace Paramita Wiroreno – Kompas july 5th 2009

Grace Paramita Wiroreno dan Dunia laki laki

Minggu, 5 Juli 2009 | 03:13 WIB
DAHONO FITRIANTO
Parasnya ayu bak foto model, tetapi mengaku sebagai anak tomboi. Usianya baru 35 tahun, tetapi sudah menduduki posisi puncak di sebuah perusahaan energi listrik. Hobinya menyelam dan ikut ”touring” motor balap, tetapi tidak ada yang membuatnya begitu gembira seperti saat novel perdananya diterbitkan.
Itulah dunia penuh warna perempuan bernama lengkap Grace Paramita Wiroreno ini. Kita panggil saja dia Grace karena memang sesuai dengan sosoknya yang anggun seperti peragawati. ”Zaman SMA dulu, aku memang pernah jadi model,” ungkap Grace, membuka obrolan hangat di Beyond, sebuah kelab di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (30/6) sore.
Melihat sosoknya, orang memang tak mengira dia seorang general manager sebuah perusahaan yang berkecimpung di dunia yang lebih banyak ditekuni kaum laki-laki.
PT Medco Gajendra Power Services yang dipimpin Grace adalah anak perusahaan PT Medco Power Indonesia, sebuah perusahaan yang menangani operasional dan perawatan pembangkit listrik. ”Ke depan, kami sedang mengembangkan diri untuk menangani EPC pembangkit listrik,” tutur arek Suroboyo asli kelahiran 6 Maret 1974 ini.
EPC atau singkatan dari engineering, procurement, construction kurang lebih berarti proses pembangunan sebuah instalasi industri yang meliputi berbagai proses, mulai dari desain, pengadaan material, hingga tahap konstruksi instalasi tersebut.
Grace mengakui, bidang usaha yang padat dengan ilmu rekayasa teknik ini memang masih dikuasai laki-laki. ”Seorang perempuan yang masuk ke dunia itu hanya punya dua pilihan, yakni sekadar menjadi ”kembang” atau sekalian total menyatu dengan dunia mereka. (Perempuan yang) salah bawa diri sedikit saja di dunia ini akan habis,” tuturnya.
Dukungan
Melihat posisi Grace saat ini, kiranya sudah jelas pilihan mana yang diambilnya. Sebuah pilihan yang berani, mengingat Grace tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang energi listrik atau rekayasa teknik lainnya.
Gelar akademis yang ia pegang adalah diploma bidang public relations atau kehumasan dari Lembaga Pendidikan Interstudi Jakarta dan gelar administrasi bisnis dari IBMEC Singapura. Di antara itu, ia pernah kuliah di Jurusan Manajemen, Universitas Gunadharma, tetapi tidak selesai, dan mengikuti berbagai kursus pendek di bidang riset pemasaran dan bahasa Inggris untuk bisnis di San Diego, AS.
Perkenalan Grace dengan dunia bisnis energi listrik ini dimulai saat ia magang bekerja sambil kuliah di sebuah perusahaan kontraktor teknik di Jakarta antara tahun 1994-1995. Posisinya sebagai staf pemasaran membuat ia memiliki jaringan relasi yang luas di kalangan BUMN bidang energi, instansi pemerintah, sampai perusahaan energi multinasional.
”Waktu itu mereka kebanyakan masih jadi staf di lapangan. Namun, begitu aku masuk kembali ke bidang ini tahun 2007, mereka sudah memegang jabatan kunci. Networking itu memudahkan pekerjaanku,” tutur Grace, yang bertemu suaminya, Didi Wiroreno, juga di lingkungan pekerjaannya ini.
Beruntunglah Grace karena sang suami sangat memahami sifat pekerjaannya yang membutuhkan bertemu banyak orang setiap hari. ”Kalau suami selalu cemberut setiap aku ketemu orang lain, pasti aku enggak bakal sesukses sekarang. Untunglah dia sangat paham dan mendukung. Tanpa trust, kita tak akan bisa bekerja dengan baik,” ujarnya.
Dari suaminya ini pula, Grace menemukan hobi baru, yakni touring luar kota di atas sadel motor balap. Didi adalah Ketua Ducati Desmo Owner Club (DDOC) Indonesia, klub penggemar sepeda motor buatan Italia, Ducati. ”Setiap klub bikin tur ke luar kota, para istri biasanya pada ikut bonceng. Terakhir kami ikut tur menjelajah Sumatera Barat sejauh 250 kilometer. Wuih, seru!” kata ibu dua anak ini.
”Macho”
Akrab dengan dunia laki-laki seperti ini memang bukan barang baru bagi Grace. Terlahir sebagai satu-satunya perempuan dari empat bersaudara anak seorang perwira TNI AL membuat Grace terbiasa dengan didikan keras khas tentara dari ayahnya dan dunia pergaulan laki-laki sejak kecil. ”Aku tomboi sejak kecil. Zaman SMP, saat anak-anak lain pada main ke mal, aku memilih main halang rintang di Bumi Perkemahan Pramuka di Cibubur,” tutur Grace, yang aktif di Pramuka sejak SD.
Mungkin karena perilakunya yang terlalu ”macho” itu, orang tua Grace menyuruhnya ikut sekolah model saat ia masuk SMA. ”Aku masuk ke Carrie Models, jadi muridnya Nana Krit. Aku sempat jadi model iklan t-shirt H&R sekitar tahun 1990-1991,” kenangnya.
Meski diakui menjadi model berhasil mengubahnya menjadi lebih ”perempuan”, Grace memutuskan tak melanjutkan karier modelling-nya karena merasa itu bukan dunianya. ”Jadi model kan ke mana-mana harus selalu tampil cantik. Sementara aku tipe orang yang ke mana-mana lebih suka pakai celana jins dan t-shirt atau kemeja, gak pakai make up. Sampai sekarang pun masih begitu. Kalau sekarang dandan, ini kan karena mau difoto, he-he-he,” ujar Grace.
Lalu, dengan mata berbinar-binar, Grace bercerita ia baru saja menerbitkan novel pertamanya, yang berjudul Sebuah Cerita Cinta. ”Gak pernah terbayangkan sebelumnya aku bisa menulis novel,” katanya.
Grace mengaku pada dasarnya dia bukan orang yang suka menuangkan perasaannya dengan menulis. Sampai suatu hari saat ia sedang periksa kesehatan di dokter, seseorang yang tak ia kenal tiba-tiba mendekat dan mengajaknya ngobrol. ”Orang itu bilang, kalau aku sedang sedih, tuliskan saja perasaan-perasaan yang sedang mengganggu itu. Aku sempat kaget karena waktu itu aku juga tidak sedang sedih,” tutur Grace.
Namun, sepulang dari dokter, kata-kata orang tersebut masih terngiang dan membuat Grace memutuskan membuka blog dan menuliskan apa saja di situ, mulai dari puisi sampai cerita perjalanan ikut touring motor Ducati. Puisi-puisi di blog itulah yang kemudian menjadi kerangka novelnya. ”Saat itu temenku menyarankan agar puisi-puisi itu dirangkai dalam sebuah cerita dan ada tokohnya. Awalnya coba-coba, eh, tahu-tahu sudah nulis 150 halaman!” ujarnya.
Simak kutipan dari novel karangan Grace ini: …bila sesuatu itu memang ditakdirkan menjadi milikmu, maka itu akan menjadi milikmu….
Dan, dunia penuh warna ini pun menjadi milik Grace. Ah, Grace….

• Nama lengkap: Grace Paramita Wiroreno • Tempat/tanggal lahir: Surabaya, 6 Maret 1974 • Nama suami: Didi Wiroreno

• Nama anak: – Dandy Syailendra Wiroreno (9) – Anggita Ayodya Wiroreno (6)

• Nama ayah: Kolonel (Purn) TNI AL M A Sediono • Nama ibu: M Cecilia Vijajanti • Hobi: Menyelam, golf, fotografi, membaca, menulis

• Pendidikan Formal – Business Administration dari IBMEC Singapore (1999) – Diploma Public Relations dari Interstudi Jakarta – Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadharma (hanya 4 semester)

• Pendidikan Nonformal – San Diego State University – Business English – University of San Diego – Marketing Research – Finance for Non Finance – OTI Jakarta

• Profesi – 2008-sekarang General Manager PT Medco Gajendra Power Services

– 2007-2008 Business Development Leader PT Medco Gajendra Power Services

– 2007 Project Commercial Specialist PT Medco Power Indonesia

– 2007 Konsultan Pengembangan Bisnis PT Indomedco Power

– 2003-2004 Direktur Pengembangan Bisnis PT Dinamika Daya Persada

– 1998 Corporate Communications PT Energyworks

– 1998 Konsultan Pengembangan Bisnis PT Kwartadaya Dirganusa

– 1994-1995 Sales Engineer PT Kwartadaya Dirganusa

– 1993-1994 Government Relations Officer PT Imeco Inter Sarana


Responses

  1. Waaah, mbak grace memang graceful banget. Selain orangnya graceful, prestasinya juga graceful. Kalo punya anak dinamain Grace ajalah biar ngeGRACE kayak mbak Grace😀

  2. Baca artikel di Kompas kemarin minggu 5 July 09.
    Good job!!
    Berkah Dalem

  3. “bila sesuatu itu memang ditakdirkan menjadi milikmu, maka itu akan menjadi milikmu”

    saya suka banget kalimat mbak yang ini, baca di Kompas terus iseng nyari blognya deh.
    hehe
    salam kenal🙂

  4. wuih… sekarang tambah banyak temen selebnya nih. Selain mas Mul ada mbak grace juga.

    Asik..asik… jualan tanda tangan seleb ah…

  5. eko…………geu kempesin kamu tar ya!!!…itu yagn seleb itu kan si mul, gogon ama mbak nana nya mas JD…..kalo aku mah tetep aja serdadunya Bapaknya Eko…….hehehehehe

  6. ce…

    i am proud of you….

    di kompas cantik kali kau… hehehe…

    aslinya juga cantik kok…

    jadi kapan gue ditraktir ama ibu GM nih…. :))


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: