Posted by: Grace Paramita | May 27, 2009

ia, aku dan kau bisa

seoragn wanita datang kepadaku dan berkata dengan hati bijak……..bertirakatlah dan berdoalah……..

wanita ini mengusung norma berkeluarga itu harus utuh….dalam keadaan apapun……maka ia berdiri diatas segalanya …..mejadikan kaki menjadi kepala dan kepala menjadi kaki…..

setiap pagi pukul 0530 ia sudah duduk di gereja dan berdoa….sangat khusyuk……setiap seminggu dua kalli ia bertirakat membersihkan diri dan berprihatin…..

kadang kutanya……kalau tiap hari ke gereja dan berdoa….apa saja sih yagn di doakan ?? apakah perulangan ?? dan ia menjawab…..” aku tidak pernah meminta, aku hanya memasrahkan diriku kepada Tuhan setiap hari, dan itu kulakukan digereja agar ku ingat bahwa tiap hari aku harus memasrahkan diri dan menjalani hidup sesuai kehendakNYA………”

sebuah kepasrahan diri yang luar biasa……ia tak pernah meminta, ia tak pernah mengeluh….yagn dilakukan hanya “terjadilah padaku menurut PerkataanMU” dan “terima kasih Tuhan”….sudah hanya itu saja……

mampukah kita berpasrah kepada sang pemilik Kehidupan ? mampukah kita tidak meminta ?mampukah kita tidak mengeluh ?? mampukah kita tidak iri ? mampukah kita melawan hawa nafsu ? mampukah kita mengendalikan diri ?? mampukah kita bersyukur atas apa yan sudah kita miliki ?

kalau kawanku ini mampu, maka semua orang mampu….karena kita semua sama dengan segala ciptaanNYA…………

dia bisa, aku bisa, kamu bisa, kita semua bisa……….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: