Posted by: Grace Paramita | January 16, 2009

hidup adalah pengabdian

pertanyaan geu terhadap seorang kawan……apa sih yagn dikerjakan olehnya setiap hari ? dan jawabannya beragam dan membuat geu jadi kaget bukan kepalang, bahwa ternyata cara orang menjalani hidup itu bermacam macam cara….

seorang pengabdi agama
tiap hari yagn dilakukan adalah berdoa berdoa dan berdoa….mendengarkan keluh kesah orang….memberikan advise, mendinginkan jiwa yagn panas, mengayomi dan memberi arahan kepada yagn membutuhkan. selebihnya diisi dengan doa doa dan doa…..

untuk siapa sih doanya ? untuk semua orang katanya….dia berdoa tiada henti, tanpa ada yang meminta dan menyuruh.

aku tertegun dan bingung, sebuah rutinitas yang menurutku tidak mungkin aku kerjakan…..jangankan mengerjakan….membayangkan saja geu udah mau pengsan…..yagn kebayang gila boring banget…..hidup loe untuk siapa ya ? ya itu pengabdian katanya

satu lagi pengabdian kepada negara
tiap hari menjaga stamina dan mental dengan selalu dalam siaga satu …stay alert fisik nomor satu untuk urusan komando nampaknya, membuat strategy……prioritas hidup adalah MEMBELA NEGARA perabotan perang (isitilah gue) siap sedia tinggal di cangking aja, mental dan raga juga siap sedia kapanpun jam berapapun, mungkin mental istri dan anak anaknya juga sudah harus di persiapkan bahwa si ayah ini harus tiba tiba mendadak pergi berjuang ke daerah konflik….mungkin kalo udha nyiapin suatu acara dan tiba tiba ngga bisa terjadi itu adalah hal biasa, (sementara kalo kita kita mungkin udah bikin acara dan tiba tiba batal mungkin udah perang barata yudha di rumah nanti malam) bener gak ? kemana emosi orang orang ini ? apakah sebegitu hebat pengabdian itu sampai emosi itu harus ditekan sedemikian rupa ? for me its a big question mark.

i was raised didalam keluarga militer, tapi pada saat gue mulai mengerti, my dad sudah dalam posisi di balik meja kerja di dalam ruangan, jadi geu ngga pernah bisa membayangkan kehdiupan seorang prajurit dalam pengabdiannya. geu pelajari kehidupan ini sampai di angka 46 tahun pun masih dalam konteks siap siaga juga….isitilahnya masih di lapangan dengan gosong gosong…………meaning that sampai diusia itu berarti stamina raga dan mental masih dalam kondisi siaga satu.

coba tonton film di AXN yang judulnya army’s wives, kata source gue alias pak didi ya memang begitu itu kehidupan istrinya juga harus dalam konteks ikhlas dan nerimo, nerimo bahwa si ayah ini prioritasnya adalah negara, nerimo bahwa istri adalah pendamping suami, nerimo bahwa kita harus siaga sendiri terhadap keluarga ini karena sang ayah mungkin ngga ada dideket kita ,ngga boleh cengeng, bahkan mungkin harus mendahulukan nasib anak buah baru mikirin diri sendiri……..hhhhhh mencoba mencerna sebuah kehidupan yang menurut gue absoluttely not me.

kalo gue jadi ibu ibu persit kartika chandra kirana atau jalasenastri (kayak maknyak gue) atau PIA ardya garini mungkin gue sudah dengan ambisi gue untuk memberdayakan mereka membuat sesuatu dalam hidup mereka , berbuat lebih…..misalnya membuat koprasi nya lebih semarak dengan barang barang apa kek….membuat bazar, atau bikin film….bikin toko………ambil course , pelatihan…ha.ha.ha…..segala macamlah tapi konteksnya lebih ke business jadi bukan sekedar kegiatan atau pendukun program suami. sekarang pasti adalah kayak gitu, tapi konteksnya lebih ke isi waktu dan selalu yagn berhubungan dengan dunia tentara, kalo gue kebayang yang keluar dari kehidupan itu, tapi mungkin itu malah mengacau mental mereka ya.hihihihi…….

kayak apa sih sebenarnya orang orang ini, though gue tinggal didaerah marinir tapi gue ngga pernah tertarik mempelajari mereka sampai satu saat gue berkesempatan ngobrol ama teman yang jadi pasukan komando istilahnya special force which is tadinya di mata gue nothing special about them tapi sekarang geu liat bahwa mereka special, they are something…thanks to my friend yang buka mata gue untuk melihat satu dunia yang gue tidak pernah tahu bahkan dulu gue tidak pernah tertarik , gue jadinya melihatnya kita tuh sebagai warga negara take it for granted terhadap para penjaga negri ini, pasukan adalah garis depan dan orang yagn berdiri digaris paling depan dalam membela negara, ktia juga membela negara dengan usaha kita mendatangkan devisa, masing masing dengan cara sendirilah tapi prioritas kita pasti kan diri sendiri dan keluarga dulu,. sementara mereka kan ngga……………..negara nomor satu, anak sama istri tar beres lah…..gitu ngga ya ???

…. dengan jadwal rutin atas apa yang dilakukan berulang ulang, geu lihatnya nih orang ngga punya kehidupan koridornya sempit banget, tapi ya itukan pilihan hidupnya dia ya…..kita harusnya amaze degnan mereka, bener ngga ? gue sih sekarang amaze, jadi kepikir untuk meneliti dan liat lebih dekat kehidupan mereka sehari hari….tapi kata orang ini lah hidupnya dia yang untuk orang seperti kita ngga masuk akal…..tapi normal ku bukan normalmu…..ini juga yagn namanya pengabdian

satu lagi kehidupan swasta
hidupmu adalah hidupmu……ngatur sendiri…berjuang sendiri…..sikut sikutan sendiri…..lahir sendiri …mati sendiri…..pengabdian ngga adalah…….urusannya cari uang biar bisa beli range rover sport…..hehe,..he…..ini urusannya merdeka kita adalah kita….pikiran kita adalah pure pikiran kita……tidak diatur dan tidak didoktrin

kehidupan mana yagn kau suka ? buat kita yang ngalamin mungkin bingung…..tapi masing masing orang yang menjalani di kaplingnya itu biasa aja kok…………..

hidup itu adalah pengabdian katanya….

i wish i could share more about hdup adalah pengabdian tapi rasanya susah…..karena menyangkut harkat hidup orang banyak he.he.eh…jadi sekian aja deh….


Responses

  1. apik apik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: