Posted by: Grace Paramita | November 9, 2008

namaku ponirah

namaku ponirah, menjalani masa kecilku dengan keras dan keras………….si mbok dan Bapak adalah pekerja, tak pernah kurasakan belaian ataupun pelukan sayang darinya………….Ponirah menjadi dewasa dengan rejeki  dari orang tuanya………..dengan makan dari orang tuanya yagn membating tulang demi kelima anaknya…………..

Ponirah kecil menjadi gadis cantik , seperti si mbok, sayangnya panas dan terik matahari membakar mbok dengan garanngya…..si mbok tidak pernah tersentuh lancome dan estee lauder………….utnuk membeli viva atau kelly pun mbok sudah tak sanggup kalau mbok di rawat dan dandan di salon sugi mungkin mbok bisa majang di majalah tatler………..mbok dulu kembang desa lho….bahkan embok dulu mau dilamar pak camat dijadikannya SIMPEDES alias simpanan perawan desa tetapi si mbok tidak mau karena kata embok lebih baik tidak makan daripada harus menyakiti hati kaumnya………..pak camat punya istri simpanan di tiap kelurahan.

aku ponirah kecil berusaha sendiri….dari belajar menyetrika saputangan si bapak sampai pada pelajaran terakhir aku bis amenyetrika baju dengan banyak plist seperti baju SD ku.

kakak kakakku semua sibuk sendiri…..karean kata si mbok , hidup sesudah perkawinan itu tidak bahagia…maka si mbok membirakan kakak kakaku untuk tumbuh semaunya agar bahagia sampai ia kawin nanti hidup tidak bahagia, aku ponirah kecil jadi takut menikah.

ayahku bekerja sebagai pegawai negri di sebuah departemen pemerintah , mereka orang orang kaku yang tidak pernah mempelajari bagaimana cara membesarkan anak…yagn mereka thau adalah anak perlu makan dan sekolah,itu sudah cukup.

Ponirah kini sudah dewasa…………..menjelma jadi gadis cantik yagn menyenangkan semua orang……..etes ( bahasa jawa) cantik dan sopan……….tapi ia tidaak bisa menyelesaikan sarjana nya…….ia bekerja dan kuliah malam tetapi akhirnya menyerah kepada kepadatan waktu dan ia bekerja dan bekerja

aku tidak ingat lagi apa yagn kudapat , yagn kutahu aku harus bekerja karena si mbok mebutuhkan uang juga kakak kakakku…..aku tak tahu lagi aku harus bekerja sampai sperti apa ….rasanya aku jadi kayak robot……..tapi semua kujalani dengan tenang dan senang karena aku suka bekerja.

Aku sudah sampai di titik jenuh, sepintar pintarnya kamu bekerja, sebaik baiknya kamu bekerja tapi kalau kamu tidak punya embel embel di belakangmu maka kamu tidak akan bisa mencapai titik tinggi didalam perusahaan itu. ponirah capai, ia mencintai pekerjaannya ia mencintai perannya di kantor…tapi ia tak bisa melompat lebih tinggi lagi………..ia termenung…..apa yagn kumau ????

aku bingung …………..aku perlu waktu untuk berpikir, aku mau apa ?

aku ponirah melakukan semua yagn kukerjakan dengan cinta, tetapi ternyata itu saja tidak cukup……dan aku tidak cukup.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: